Layanan Interaktif : 082173853836
Intervensi Berbais Masyarakat (IBM) merupakan pendekatan rehabilitasi sosial atau intervensi kesehatan yang dirancang dari, oleh, dan untuk masyarakat guna menangani masalah penyalahgunaan narkotika dengan memanfaatkan potensi dan fasilitas lokal.
Tujuan Utama IBM
Mempermudah Akses: Memberikan layanan rehabilitasi narkoba yang lebih mudah dijangkau, khususnya bagi pengguna risiko rendah atau coba pakai.
Pemberdayaan Masyarakat: Mengaktifkan potensi lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi penggerak dalam penyelesaian masalah.
Deteksi Dini: Mencegah penyalahgunaan narkoba lebih lanjut di komunitas
Komponen Utama Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)
1. Agen Pemulihan (AP)
Komponen utama yang merupakan anggota masyarakat (kader desa/kelurahan) yang telah dilatih oleh BNN. Mereka bertugas menjangkau, mendampingi, dan memotivasi penyalahguna untuk mengikuti program rehabilitasi.
2. Unit IBM (Kelompok Kerja)
Struktur organisasi tingkat desa/kelurahan (terdiri dari tokoh masyarakat, kader, aparat desa) yang mengelola kegiatan IBM, didukung oleh BNNP/BNNK.
3. Sasaran Intervensi
Penyalahguna narkotika tingkat awal hingga menengah, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses ke pusat rehabilitasi formal.
4. Kegiatan Intervensi (Minimal & Ambulatori)
Asesmen: Identifikasi tingkat kecanduan.
Intervensi Psikososial: Konseling kelompok atau individu.
Edukasi: Edukasi bahaya narkoba dan ketahanan keluarga.
Rujukan: Mengarahkan ke lembaga rehabilitasi formal jika kasus memerlukan penanganan khusus (intermediate/heavy).
5. Prinsip Pelaksanaan
Swadaya: Mandiri dan didukung masyarakat/desa.
Inovatif: Kreatif dalam metode pendekatan.
Adil & Partisipatif: Terbuka bagi masyarakat setempat.
6. Evaluasi dan Pembinaan
BNN melakukan evaluasi berkala untuk mengukur dampak program, peningkatan pemulihan, dan ketahanan keluarga.
Program ini bertujuan memperluas akses layanan rehabilitasi dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap penyalahgunaan narkoba